kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Wiranto maafkanlah, Rismaharini jaga persatuan, Fadli Zon pindah ke Kertajati


Rabu, 21 Agustus 2019 / 08:00 WIB
Wiranto maafkanlah, Rismaharini jaga persatuan, Fadli Zon pindah ke Kertajati
ILUSTRASI.

Sumber: Kompas.com | Editor: Tri Adi

Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya

Tri Rismaharini mencium tangan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Momen tersebut terjadi beberapa saat setelah Risma dilantik menjadi Ketua DPP PDI-P Bidang Kebudayaan di Kantor DPP PDI-P, Senin (19/8).

Rismaharini mengaku senang saat tahu ditunjuk menduduki jabatan itu. "Saya senang sekali terus terang, saya membayangkan budaya ini bukan sekadar kesenian, bukan sekadar apa, tetapi saya membayangkan saya bisa merakit persaudaraan anak bangsa," kata Risma. Wali Kota Surabaya itu menuturkan, persaudaraan merupakan hal penting.

"Kalau kita bersaudara, kita tidak perlu takut. Kita tidak tahu suatu saat berada di mana, anak saya berada di mana, tetapi kalau kemudian kita bersaudara, kita tidak perlu takut, kita ada di mana pun," ujar Risma.

Perihal peristiwa pengepungan asrama mahasiswa asal Papua di Surabaya oleh massa organisasi masyarakat. Risma memastikan tidak ada niat mengusir para mahasiswa asal Papua dalam peristiwa tersebut. "Kalau memang itu ada kesalahan di kami di Surabaya, saya mohon maaf tapi tidak benar kalau kami dengan sengaja mengusir, enggak ada itu," kata Risma.

Secara pribadi, Risma juga menganggap warga Papua sebagai saudara sendiri. Oleh sebab itu, ia memastikan bahwa tidak ada peristiwa pengusiran warga Papua dari Surabaya. "Sekali lagi boleh dicek selama ini kami selalu di kegiatan apapun melibatkan mahasiswa papua yang ada di Surabaya, jadi enggak ada itu (pengusiran)," ujar Risma.
 
Risma mengingatkan bahwa latar belakang suku seseorang serta karakteristik fisiknya merupakan takdir Tuhan. "Kalau orangtua saya Papua, mama saya Papua, papa saya Papua, kira-kira Risma itu akan menjadi apa? Pasti saya juga akan jadi orang Papua. Ya seperti kejadiannya orang Papua, itulah takdir yang diciptakan Tuhan," kata Risma. Ia pun meminta warga Surabaya untuk tidak menunjukkan sikap merendahkan orang lain berdasarkan suku bangsanya.




TERBARU

Close [X]
×