kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Nunung terjerat narkoba, tenggelamkan kata Susi Pudjiastuti


Senin, 22 Juli 2019 / 09:55 WIB
Nunung terjerat narkoba, tenggelamkan kata Susi Pudjiastuti

Reporter: Tri Adi | Editor: Tri Adi

Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

"Kalau tidak bisa diubah, tidak menutup kemungkinan 2030 laut Indonesia akan lebih banyak sampah plastik daripada ikannya,"

Getol benar, Susi Pudjiastuti mengampanyekan pemakaian plastik. Betapa tidak, tampaknya itu memang harus dilakukan. Bayangkan saja,  Indonesia merupakan negara terbesar kedua setelah China dalam hal penyumbang sampah laut di dunia. Bahkan, tidak sedikit populasi ikan punah akibatnya. "Kalau tidak bisa diubah, tidak menutup kemungkinan 2030 laut Indonesia akan lebih banyak sampah plastik dari pada ikannya," kata Susi melalui telepon kepada Kompas.com, Sabtu (20/7). 

Kesungguhan Menteri Susi dalam memerangi sampah plastik dibuktikan dengan mengikuti pawai menolak plastik sekali pakai di kawasan car free day (CFD) Jalan Sudirman - Thamrin, Jakarta, pukul 07.00 WIB (21/7). Pada pawai tersebut, Menteri Susi menyerukan agar masyarakat berhenti menggunakan plastik sekali pakai seperti sedotan plastik, gelas, piring, peralatan makan, dan pembungkus plastik. 

"Ayo kita tolak plastik sekali pakai! Kita harus perangi plastik sekali pakai karena akan jadi sampah!" ujar Susi menggunakan alat pengeras suara. Pada bagian lain, Susi juga mengatakan bahwa pembuang sampah plastik ke lautan juga harus "ditenggelamkan". 

Baca Juga: Menteri Susi: Yang buang sampah plastik sembarangan, tenggelamkan!

Akhirnya Susi mengajak seluruh warga mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, termasuk penggunaan sedotan plastik sekali pakai. "Jangan minum pakai sedotan plastik. Kalau minum pakai sedotan seperti baby, malu-maluin," katanya saat berpidato dalam kegiatan pawai. Setuju. 




TERBARU

Close [X]
×