kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45952,80   9,76   1.04%
  • EMAS1.014.000 -1,46%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Negara Paling Bahaya & Paling Aman Tahun 2022, Apakah Indonesia Masuk?


Rabu, 19 Oktober 2022 / 07:00 WIB
Negara Paling Bahaya & Paling Aman Tahun 2022, Apakah Indonesia Masuk?
ILUSTRASI. Diserbu Rusia, Ukraina menjadi negara paling bahaya tahun 2022


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Simak daftar negara paling bahaya untuk dikunjungi tahun 2022 ini. Anda sebaiknya memilih negara paling aman sebagai tujuan wisata ke luar negeri. Apakah Indonesia masuk salah satu daftar tersebut?

Daftar negara-negara paling bahaya dan paling aman di dunia untuk dikunjungi telah terungkap dalam laporan Penilaian Risiko Global tahunan. Daftar negara paling bahaya dan paling aman di dunia ini bisa menjadi panduan menentukan tempat wisata tahun 2022.

Dalam penilaian daftar negara paling bahaya dan paling aman yang disusun oleh Global Guardian, konsultan yang mengkhususkan diri terkait risiko perjalanan, negara-negara mendapat “tanda” dalam peta interaktif yang menunjukkan peringkat risiko dan zona konflik geopolitik negara-negara di seluruh dunia.

Peta tersebut menyoroti area ketegangan geopolitik dan mengevaluasi prospek eskalasi dan kemungkinan dampaknya. Daftar yang bisa menjadi rujukan pariwisata ini mengklasifikasikan negara di dalam status "ekstrim, tinggi, sedang, hingga rendah."

Ini juga menandai beberapa tempat yang memiliki “risiko geopolitik”, termasuk konflik “dingin, hangat, atau panas.” Negara-negara paling bahaya yang dinyatakan "berisiko ekstrim" adalah: Ukraina, Pakistan, Libya, Suriah, Somalia, Yaman, Afghanistan, Republik Afrika Tengah dan Burkina Faso.

Baca Juga: Risiko Armagedon Nuklir, Ini Kata Warren Buffett soal Bahaya Terbesar Dunia

Negara-negara paling bahaya yang ditandai sebagai “risiko ekstrem” berarti mereka secara aktif terlibat dalam konflik dan memiliki tingkat aktivitas kriminal dan kerusuhan sipil yang tinggi. Peringkat ini juga menunjukkan bahwa lembaga-lembaga negara di negara-negara tersebut tidak mampu “mengelola kelompok militan atau bencana skala besar”.

Dalam analisisnya tentang Ukraina, tim Global Guardian menyatakan: “Invasi Rusia ke Ukraina telah menyebabkan peningkatan dramatis dalam biaya energi di tengah inflasi global yang sudah tinggi".

“Penahanan Rusia pada sebagian besar pasokan gas alam Eropa secara langsung mengancam keamanan energi Eropa. Ukraina dan Rusia merupakan bagian besar dari ekspor makanan dan logam global, dan gangguan lebih lanjut dari rantai pasokan ini akan terus berdampak buruk pada pasokan makanan dan manufaktur Eropa.”

Dilansir dari The Independent, laporan tersebut juga menandai tujuan liburan populer Meksiko sebagai "berisiko tinggi" karena kekerasan yang melibatkan kartel, termasuk di kawasan wisata populer di dunia.

Sementara beberapa tujuan liburan populer termasuk Thailand, India, Turki dan Filipina dinilai sebagai negara dengan "risiko sedang," karena kriminalitas dan kerusuhan sporadis.

Di sisi lain, laporan tersebut mengidentifikasi beberapa negara sebagai "berisiko rendah", dengan menandainya sebagai hijau di peta interaktif. Beberapa negara paling aman dan ternyaman untuk dikunjungi antara lain Jerman, Polandia, Norwegia, Republik Irlandia, Lituania, Latvia, Estonia, Jepang, dan Kanada.

“Negara yang tergolong berisiko rendah dianggap sangat stabil. Negara-negara ini mempertahankan aturan hukum yang kuat dan mampu menahan ancaman terhadap keselamatan dan keamanan, ”kata Global Guardian.

Laporan tersebut menandai Inggris memiliki "risiko sedang", yang berarti dianggap "mampu mengelola sebagian besar krisis dan ancaman terhadap keamanan pribadi dengan cepat dan efektif". Tetapi daftar ini menambahkan bahwa “aktivitas kriminal, terorisme, dan bencana alam dapat berdampak pada perjalanan atau operasi di tiap negeri.”

Pada Juli, Islandia menduduki puncak daftar Global Peace Index (GPI), sebagai negara paling aman di dunia untuk ditinggali dan bepergian. Indeks peringkat 163 negara di dunia dalam hal "kedamaian" tersebut, menganalisis data tentang stabilitas politik, hubungan negara tetangga, jumlah pengungsi, senjata nuklir, konflik internal dan eksternal, pengeluaran militer, tingkat penahanan dan "persepsi kriminalitas", di antara faktor lainnya.

Selandia Baru, Irlandia, Denmark, dan Austria semuanya masuk lima besar negara paling aman di dunia dalam daftar. Sedangkan Indonesia, belum ada informasi lebih lanjut apakah masuk daftar negara paling aman atau tidak untuk dikunjungi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Daftar Negara-negara Paling Berbahaya di Dunia untuk Dikunjungi Saat Ini",


Penulis : Bernadette Aderi Puspaningrum
Editor : Bernadette Aderi Puspaningrum

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung Complete Three Statement Modeling

[X]
×