kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Muahammad Tamzil mengelak. Ma’ruf Amin berkelakar


Senin, 29 Juli 2019 / 10:15 WIB
Muahammad Tamzil mengelak. Ma’ruf Amin berkelakar

Reporter: Tri Adi | Editor: Tri Adi

Sepanjang Sabtu (27/7) hingga Minggu (28/7) berita penangkapan Bupati Kudus Muhamad Tamzil cukup menarik perhatian. Apalagi ini untuk kedua kalinya Tamzil terjerat korupsi. Lalu ada Wakil Presiden Terpilih Ma’ruf Amin yang berkelakar di milad ke-44 MUI. Inilah para tokoh yang membuat kita tidak bisa berpaling.   

Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Terpilih

“Sepanjang sejarah belum ada Ketua MUI menjadi wakil presiden,” ujar Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan dalam acara milad ke-44 MUI di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (27/7). 

Mengenai posisinya sebagai wakil Presiden terpilih, "Kita bersyukur bahwa Pak Jokowi sebagai calon presiden mengajak saya, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia sebagai calon wakil presiden," ujar Ma’ruf. 

Dalam kesempatan itu, Ma’ruf sempat berkelakar, "Sebenarnya Beliau (Jusuf Kalla) mestinya yang jadi wakil presiden tapi karena tidak boleh maka akhirnya terpaksa saya yang jadi wakil presiden." 

Seperti diketahui, sebelum Pilpres 2019, muncul kabar Jusuf Kalla akan kembali maju mendampingi Presiden Joko Widodo. Namun, terganjal peraturan, baik presiden dan wakil presiden sama-sama hanya diperbolehkan menjabat selama dua periode.

Baca Juga: Sekjen parpol pendukung Jokowi akan bertemu untuk membahas tambahan anggota koalisi

Perihal partai-partai nonkoalisi yang kian merapat,  Wakil Presiden Terpilih Ma'ruf Amin menuturkan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan di antara seluruh parpol koalisi terkait wacana penambahan partai pendukung pemerintah periode 2019-2024. Namun, "Prinsipnya terbuka, tapi masuknya seperti apa kan belum ada kesepakatan dari partai-partai koalisi," ujar Ma'ruf saat ditemui Kompas.com seusai acara. 

Muhammad Tamzil, Bupati Kudus

Berita tertangkapnya Bupati Kudus Muhammad Tamzil marak di media sejak Sabtu hingga Minggu. Berita ini menjadi perhatian karena ini ini untuk kedua kalinya Tamzil terjerat kasus korupsi. 

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengingatkan, "Kasus ini juga sekaligus menjadi pelajaran bagi parpol dan masyarakat bahwa penting untuk menelusuri rekam jejak calon kepala daerah. Jangan pernah lagi memberikan kesempatan kepada koruptor untuk dipilih," ujar Basaria. 

 

Tamzil dan dua orang lainnya telah ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan jual-beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus.  Mengenakan rompi tahanan warna oranye, Tamzil mengelak dan merasa dijebak. 

Tamzil mengaku tidak pernah meminta uang sebesar Rp 250 juta kepada staf khususnya, Agus Soeranto, untuk melunasi cicilan mobilnya. Ia pun merasa dirinya telah dijebak oleh Soeranto. "Itu staf khusus saya, saya enggak perintah. Ya mungkin begitu (saya dijebak), kira-kira begitu," ujar Tamzil sebagaimana ditulis Kompas.com

Mengenai dua kasus korupsi yang menjeratnya ini, "Yang pertama itu kan saya ini saya tidak ada kerugian negara, ini karena hanya salah prosedur. Yang ini (yang kedua) saya tidak pegang uangnya," kata Tamzil santai




TERBARU

Close [X]
×