kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Muahammad Tamzil mengelak. Ma’ruf Amin berkelakar


Senin, 29 Juli 2019 / 10:15 WIB
Muahammad Tamzil mengelak. Ma’ruf Amin berkelakar

Reporter: Tri Adi | Editor: Tri Adi

Muhammad Tamzil, Bupati Kudus

Berita tertangkapnya Bupati Kudus Muhammad Tamzil marak di media sejak Sabtu hingga Minggu. Berita ini menjadi perhatian karena ini ini untuk kedua kalinya Tamzil terjerat kasus korupsi. 

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengingatkan, "Kasus ini juga sekaligus menjadi pelajaran bagi parpol dan masyarakat bahwa penting untuk menelusuri rekam jejak calon kepala daerah. Jangan pernah lagi memberikan kesempatan kepada koruptor untuk dipilih," ujar Basaria. 

 

Tamzil dan dua orang lainnya telah ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan jual-beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus.  Mengenakan rompi tahanan warna oranye, Tamzil mengelak dan merasa dijebak. 

Tamzil mengaku tidak pernah meminta uang sebesar Rp 250 juta kepada staf khususnya, Agus Soeranto, untuk melunasi cicilan mobilnya. Ia pun merasa dirinya telah dijebak oleh Soeranto. "Itu staf khusus saya, saya enggak perintah. Ya mungkin begitu (saya dijebak), kira-kira begitu," ujar Tamzil sebagaimana ditulis Kompas.com

Mengenai dua kasus korupsi yang menjeratnya ini, "Yang pertama itu kan saya ini saya tidak ada kerugian negara, ini karena hanya salah prosedur. Yang ini (yang kedua) saya tidak pegang uangnya," kata Tamzil santai




TERBARU

Close [X]
×