kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Megawati bertemu Prabowo, tangis Baiq Nuril pun pecah


Jumat, 26 Juli 2019 / 09:00 WIB
Megawati bertemu Prabowo, tangis Baiq Nuril pun pecah

Reporter: Tri Adi | Editor: Tri Adi

Baiq Nuril Maknun, Korban Pelecehan

Hore, DPR menyetujui pertimbangan pemberian amnesti yang diajukan Baiq. Namun, Baiq justru tidak bisa berkata dan tak kuasa menahan air matanya. Permohonan amnesti yang diajukan mulai mendapat titik terang. Berkali-kali ia mengucapkan terima kasih.

"Terima kasih kepada bapak Presiden, terima kasih kepada anggota DPR, terima kasih kepada Ibu Rieke, terima kasih kepada semua kuasa hukum, terima kasih kepada lembaga yang tidak bisa saya sebut satu per satu," ujar Nuril saat ditemui seusai rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/7).

Baca Juga: Baiq Nuril berharap, Amien Rais setuju

Dalam rapat paripurna, semua perwakilan fraksi menyetujui pemberian pertimbangan amnesti atas surat yang dikirimkan Presiden Jokowi pada 15 Juli 2019.  Tentu ada alasannya mengapa sampai DPR mengabulkan pertimbangan amnesti.  "Baiq Nuril adalah korban kekersan verbal. Jadi apa yang ia lakukan merupakan upaya melindungi dirinya dari kekerasan psikologi dan seksual. Ini sesuai dengan dalam Pasal 28B ayat (2) UUD Negara Republik Indonesia (NRI) Tahun 1945," kata Wakil Ketua Komisi III DPR Erma Suryani Ranik, dalam keterangan tertulisnya.

Itu artinya pemberian amnesti kembali berada di istana. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memastikan amnesti Presiden Joko Widodo untuk terpidana kasus perekaman ilegal Baiq Nuril segera terbit. Sebab, DPR juga sudah merestui pemberian amnesti itu. "Kalau dari DPR sudah diberikan, kami akan mengambil langkah berikutnya bagaimana menerbitkan amnesti," kata Moeldoko di Istana Kepresidenan seperti ditulis Kompas.com.

Nuril pun berharap kasus yang ia alami tidak terulang dan menimpa perempuan lain. "Jangan sampai, mulai detik ini, jangan sampai ada yang seperti saya. Itu menyakitkan sekali, Jangan sampai ada. Saya berharap jangan sampai ada," ucap dia.




TERBARU

Close [X]
×