kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Jokowi umumkan ibu kota baru, Jusuf Kalla bilang usulan, Yenti Garnasih sakit hati


Rabu, 28 Agustus 2019 / 08:22 WIB
Jokowi umumkan ibu kota baru, Jusuf Kalla bilang usulan, Yenti Garnasih sakit hati
ILUSTRASI. PRESIDEN UMUMKAN PEMINDAHAN IBU KOTA NEGARA KE KALTIM

Sumber: Kompas.com | Editor: Tri Adi

Yenti Garnasih, Ketua Pansel Capim KPK

Banyaknya kritik yang dilayangkan kepada Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK), Yenti Garnasih mengaku sakit hati. "Tidak apa-apa, sejak awal tidak masalah. Kalau dibilang sakit hati, ya sakit hati. Siapa yang enggak ya kan?" ujar Yenti usai seleksi wawancara dan uji publik capim KPK di Kementerian Sekretariat Negara, Selasa (27/8). 

"Mereka menuduh kami tidak netral. Begitu saya katakan, mereka anti-polisi dan jaksa mereka mengatakan, jangan dong Yenti menduga seperti itu," kata dia lagi. Padahal, menurut Yenti, polisi atau jaksa diperbolehkan mengikuti seleksi calon pimpinan KPK berdasarkan undang-undang.  

Ada beberapa kritik yang  dialamatkan kepada Pansel Capim KPK antara lain berasal dari Koalisi Masyarakat Sipil. Pertama, nama-nama yang selama ini diduga memiliki catatan negatif pada masa lalu, nyatanya diloloskan pansel. Kedua, pansel juga meloloskan peserta seleksi berlatar belakang penyelenggara negara yang belum menyerahkan laporan kekayaannya (LHKPN) yang terbaru ke KPK.  

Mengenai ketidaknetrala, Yenti Garnasih menegaskan, ia bukan merupakan tenaga ahli di Kepolisian RI. Yenti pun mempersilakan masyarakat mengecek langsung hal-hal berkaitan dengan konflik kepentingan yang dituduhkan kepadanya sebagai Ketua Pansel KPK. 

"Sudah tidak ada. Kan sudah dibantah. Saya bukan yang namanya tenaga ahli, itu ada eselonisasinya. Ada segala sesuatunya, ada fasilitasnya, ada gajinya dan sebagainya. Makanya saya minta, silakan cek ada enggak SK saya (sebagai tenaga ahli)," kata Yenti.




TERBARU

Close [X]
×