kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Fahri Hamzah jadikan Garbi partai politik, drg Romi Syofpa dianulir


Jumat, 02 Agustus 2019 / 09:50 WIB
Fahri Hamzah jadikan Garbi partai politik, drg Romi Syofpa dianulir

Reporter: Tri Adi | Editor: Tri Adi

Drg Romi Syofpa Ismael, CPNS yang dianulir kelulusannya

Perjalanan keadilan  drg Romi Syofpa Ismael dimulai ketika kelulusannya sebagai CPNS dianulir di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, pada 2018. Alasannya, dia mengalami kendala kesehatan seusai melahirkan pada 2016. Dia mengalami lemah di kedua tungkai kaki yang mengharuskannya beraktivitas dengan kursi roda.

Dianulir, Drg Romi Syofpa Ismael, yang biasa menyebut dirinya Ami, mencari keadilan hingga ke Jakarta. "Saya masih mencari keadilan. Saya sudah lulus namun dibatalkan secara sepihak," kata Romi.  

Hingga pada Rabu (24/7) Romi menemui perwakilan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), yakni Kabid Perencanaan SDM Kemenpan RB Syamsul Rizal di Hotel Bidakara, Jakarta. Selain itu, juga memasukkan laporan pengaduan ke Menpan RB soal tindakan Bupati Solok Selatan itu.  

Setelah ke Kementerian PAN-RB, Romi menuju Kementerian Dalam Negeri untuk bertemu Mendagri Tjahjo Kumolo. Dalam pertemuan tersebut, Tjahjo memberi semangat untuk Romi agar terus berjuang mengabdi bagi masyarakat.

"Semangat, jangan putus berjuang untuk mengabdi kepada masyarakat. Tenaga ibu dibutuhkan dan secara kompetensi fisik maupun keilmuan juga bisa," kata Tjahjo.

Terkait penolakan pemkab setempat, Tjahjo menyatakan bahwa semua warga negara memiliki hak yang sama di hadapan negara. Oleh karena itu, menurut dia, tidak ada alasan daerah tersebut menolak Romi sebagai PNS dengan alasan yang tak bisa dipertanggungjawabkan. Apalagi, tenaga medis di Solok sangat kurang.

Kamis (1/8) Romi pun bertemu Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko di kantornya, Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (1/8/2019). Moeldoko menilai semestinya Romi tak dianulir kelulusannya lantaran telah memenuhi syarat-syarat untuk menjadi CPNS. "Pada pagi hari ini saya menerima drg Romi, panggilannya Ami. Mengadukan atas hasil seleksi CPNS. Kalau saya dengarkan tadi bahwa beliau telah mengikuti standar seleksi dengan baik," ujar Moeldoko usai bertemu Romi.

Berita drg Romi Syofpa Ismael menghiasi media selama dua hari (Rabu–Kamis). Agaknya banyak yang bersimpati pada pencarian keadilan perempuan yang satu ini. Selamat berjuang drg Romi! ♦


 

Sumber: Kompas.com

 

 




TERBARU

Close [X]
×