kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Fadli Zon bilang pindah ke tengah itu kuno; biarkan Bintang Kejora, kata Alissa Wahid


Jumat, 06 September 2019 / 09:00 WIB
Fadli Zon bilang pindah ke tengah itu kuno; biarkan Bintang Kejora, kata Alissa Wahid

Sumber: Kompas.com | Editor: Tri Adi

Fadli Zon, Wakil Ketua DPR

Fadli mendominasi berita dua hari belakangan ini. Agaknya komentarnyalah yang selalu membuatnya menjadi berita.

Lagi-lagi, Fadli Zon menyoroti perihal pemindahan ibu kota negara. Ia menilai rencana pemerintah memindahkan ibu kota negara tidak berdasarkan perhitungan yang jelas dan tepat karena masih banyak proses panjang yang harus dilalui.

"Saya masih anggap ini sebuah wacana ketimbang rencana. Karena kalau rencana sudah ada timing jelas, hitung-hitungan yang jelas. Tapi yang terjadi sekarang lebih wacana yang dilontarkan oleh pemerintah untuk pindahkan ibu kota," ujar Fadli melalui keterangan tertulis, Rabu (4/9).

Selanjutnya, Fadli berpendapat, rencana pemindahan ibu kota sulit direalisasikan jika targetnya lima tahun dari sekarang. Sebab, memindahkan ibu kota bukan hal yang mudah sehingga membutuhkan proses yang tidak sebentar. "Targetnya presiden yang saya dengar kan ibu kotanya pindah 2023-2024, ya menurut saya agak sulit," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/9). "Tetapi kalau dia berproses ya jangka waktu 10 tahun, 15 tahun, itu masih masuk akal," ucap dia.

Fadli mengatakan, memindahkan ibu kota lima tahun lagi, selain tak masuk akal, juga tidak ada urgensinya. "Untuk apa begitu kita melakukan pemindahan ibu kota? Urgensinya di mana?" kata dia. Jika alasan pemerintah adalah pemerataan pembangunan, Fadli menyebut, lebih baik dilakukan dekonsentrasi pembangunan ke wilayah-wilayah strategis, bukan memindahkan ibu kota.

"Jadi konsentrasi pembangunan itu bukan memindahkan ibu kota ke tengah-tengah Indonesia. Itu cara-cara kuno," kata dia.




TERBARU

Close [X]
×