kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Dahnil Anzar jadi juru bicara, Baiq Nuril akan mendatangi Presiden Jokowi


Rabu, 31 Juli 2019 / 07:20 WIB
Dahnil Anzar jadi juru bicara, Baiq Nuril akan mendatangi Presiden Jokowi

Reporter: Tri Adi | Editor: Tri Adi

Baiq Nuril Maknun, Korban Pelecehan

Keputusan amnesti untuk Baiq Nuril telah ditandatangani Presiden Jokowi, Senin (29/7). "Alhamdulillah kami sangat terima kasih sekali kepada Bapak Presiden. Itu saja yang kami ucapkan. Mudah-mudahan saja beliau tetap sehatlah," ucap Yan Mangandar Putra sebagaimana ditulis Kompas.com.

Bagi Yan, amnesti yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada kliennya menjadi tonggak sejarah dalam sistem hukum Indonesia. Pasalnya, baru kali ini amnesti diberikan atas pertimbangan kemanusiaan. Biasanya, amnesti diberikan dalam kasus politik.

Baiq. kata Yan, kemungkinan akan mendatangi Istana Sekretariat Negara (Setneg) untuk mengambil salinan keputusan presiden (keppres). Memang Jokowi sudah mempersilakan untuk itu. “Tadi pagi Keppres untuk Ibu Baiq Nuril sudah saya tanda tangani. Jadi, silakan Ibu Baiq Nuril kalau mau diambil di Istana silakan. Kapan saja sudah bisa diambil,” ujar Presiden di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin.

Dengan terbitnya amnesti ini,  Nuril yang sebelumnya divonis Mahkamah Agung (MA) melanggar UU ITE pada tingkat kasasi, bebas dari jerat hukum.

Sebagai evaluasi atas kasus ini, pemerintah, DPR, dan Mahkamah Agung (MA) dinilai perlu mengevaluasi penerapan perspektif perlindungan korban oleh aparat penegak hukum khususnya pada kasus yang melibatkan kelompok rentan. Hal itu disampaikan Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia Fakultas Hukum Universitas Indonesia (MaPPI FHUI) dan Institute For Criminal Justice Reform (ICJR). 

"Pemerintah, DPR, dan Mahkamah Agung dalam kewenangannya masing-masing secara saksama mengambil langkah-langkah untuk mengevaluasi aparat penegak hukum untuk menjamin adanya perspektif perlindungan korban dalam kasus-kasus yang melibatkan kelompok rentan, seperti perempuan korban kekerasan seksual," ujar peneliti ICJR Maidina Rahmawati, melalui keterangan tertulis, Selasa (30/7)

 





Close [X]
×