kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45862,44   -0,26   -0.03%
  • EMAS918.000 -1,50%
  • RD.SAHAM -0.15%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Daftar peringkat bank aset terbesar di Indonesia berubah, Mandiri nomor 1, OCBC ke-7


Jumat, 28 Mei 2021 / 06:55 WIB
Daftar peringkat bank aset terbesar di Indonesia berubah, Mandiri nomor 1, OCBC ke-7
ILUSTRASI. Daftar peringkat bank aset terbesar di Indonesia berubah, Mandiri nomor 1, OCBC ke-7

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemimpin bank dengan aset terbesar di Indonesia berubah. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau Bank BRI bukan lagi sebagai bank dengan aset terbesar di Indonesia.

Kini, bank terbesar di Indonesia menjadi milik PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Bank Mandiri menjadi bank terbesar di Indonesia setelah mendapatkan limpahan aset dari merger Bank Syariah Indonesia (BSI).

Hingga Maret 2021, BRI yang selama ini menduduki peringkat 1 bank terbesar di Indonesia itu membukukan aset sebesar Rp 1.411,05 triliun. Aset tersebut tumbuh sekitar 3,83% yoy, meskipun aset BRI Syariah sudah tidak dikonsolidasikan ke bank ini pasca merger bank syariah Himbara. 

Namun, kenaikan aset BRI ternyata tidak setinggi kenaikan pada aset Bank Mandiri yang mengambil alih sebutan bank terbesar di Indonesia. Pada periode yang sama, aset Bank Mandiri melesat 20% menjadi Rp 1.584,1 triliun di akhir Maret 2021 lalu. 

Kenaikan ini ditopang oleh peningkatan aset BSI. Pasalnya, Bank Mandiri merupakan pemegang saham terbesar BSI, sehingga keuangan bank syariah itu dikonsolidasikan ke perusahaan. 

BRI memang berpotensi mencatatkan peningkatan aset dari pembentukan Holding Ultra Mikro, di mana perbankan pelat merah itu akan membawahi Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM). 

Baca Juga: Ini faktor penyebab turunnya penyaluran kredit BRI pada awal tahun ini

Namun, peningkatan tersebut kemungkinan masih jauh dari selisih jumlah aset BRI dan Bank Mandiri yang kini mencapai Rp 173 triliun per Maret. Mengingat, aset Pegadaian tercatat Rp 22 triliun per akhir 2020 dan aset PNM sebesar Rp 31,66 triliun.

BRI juga menargetkan kredit tumbuh 6%-7% pada tahun ini. Namun, target itu tampaknya bakal sulit untuk dicapai mengingat pada kuartal I-2021, kredit BRI masih kontraksi 1,7% YoY.  

Sunarso, Direktur Utama BRI mengatakan, pihaknya belum ingin terburu-buru turunkan target. Perusahaan masih akan menunggu perkembangan hasil penyaluran kredit pada semester pertama untuk bisa memutuskan apakah akan merevisi target tersebut atau tidak. 

"Untuk sementara kami tunggu dulu perkembangan semester I-2021 untuk bisa menetapkan apakan akan direvisi. Tetapi kami masih optimis sesuai dengan hasil survei tiga bulanan yang kami lakukan terkait indeks aktivitas dan optimisme bisnis yang masih naik," kata Sunarso dalam konferensi pers virtual, Selasa (25/5).




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Virtual Selling: How to win sales remotely Optimasi alur Pembelian hingga pembayaran

[X]
×