kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

5 Perusahaan minyak dengan produksi harian terbesar di dunia


Sabtu, 07 Juli 2018 / 06:00 WIB
5 Perusahaan minyak dengan produksi harian terbesar di dunia

Reporter: Deni Riaddy | Editor: Deni RIaddy

KONTAN.CO.ID - Emas hitam sudah diakui sejak lama sebagai komoditas global yang sangat menjanjikan. Beberapa tahun belakangan ini, harga minyak dunia mengalami kejatuhan dahsyat. Sehingga banyak perusahaan minyak yang akhirnya lebih memilih pengurangan biaya operasional dengan jalan pengurangan staf yang ada, akuisisi atau pun merger. Kini, karena pengaruh geopolitik harga minyak kembali mengalami ketidakpastian dan ketidakjelasan. Dari sekian banyak perusahaan minyak yang ada saat ini, berikut adalah 5 perusahan minyak terbesar di dunia  versi Kontan.

Nama : Exxon Mobil Corporation
Alamat : 6001 Bollinger Canyon Road, San Ramon, CA 94583, USA
Negara Asal : Amerika Serikat
Pemilik saham : The Vanguard Group, Inc., SSgA Funds Management, Inc., BlackRock Fund Advisors
Berdiri sejak : 30 November 1999
Produksi perhari : 5,3 juta barel
Revenue 2017 : US$ 338,6 billion (US$ 1 = Rp 14.000, maka nilainya setara dengan Rp  3.319,40 triliun)
Jumlah Karyawan : 71.200 orang
Keterangan : - Exxon Mobil Corporation adalah perusahaan minyak dan gas multinasional Amerika yang berkantor pusat di Irving, Texas. Warisan terbesar dari John D. Rockefeller Standard Oil Company ini dibentuk pada 30 November 1999 sebagai penggabungan usaha antara perusahaan Exxon (sebelumnya Perusahaan Minyak Standar New Jersey) dan Mobil (sebelumnya Perusahaan Minyak Standar New York).
 
    - ExxonMobil adalah perusahaan minyak raksasa dengan produksi harian sebesar 4,1 juta barrel. Diperkirakan memiliki cadangan minyak 20 miliar barrel. Yang akan bertahan hingga 14 tahun ke depan. ExxonMobil mengelola 37 kilang minyak yang tersebar di 21 negara dan fakta ini menjadikan ExxonMobil sebagai perusahaan yang memiliki kilang minyak terbanyak di dunia. 
    - ExxonMobil  dikritik karena responnya yang lambat terhadap upaya pembersihan setelah tumpahan minyak Exxon Valdez tahun 1989 di Alaska, yang secara luas dianggap sebagai salah satu tumpahan minyak terburuk di dunia dalam hal kerusakan lingkungan. ExxonMobil memiliki sejarah yang buruk, lobi untuk penolakan perubahan iklim dan bertentangan dengan konsensus ilmiah bahwa pemanasan global yang disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil. Perusahaan juga menjadi sasaran tuduhan yang tidak pantas dalam menangani masalah hak asasi manusia, mempengaruhi  kebijakan luar negeri Amerika, serta  dampaknya terhadap masa depan bangsa-bangsa.
Sumber foto : corporate.exxonmobil.com

Nama : PetroChina Company Limited
Alamat : 9 Dongzhimen North Street, Dongcheng District, Beijing, P.R.China | Postcode: 100007
Negara Asal : China
Pemilik saham : Pemerintah China
Berdiri sejak : 5 November 1999
Produksi perhari : 4,4 juta barel
Revenue 2017 : S$298,3 billion (US$ 1 = Rp 14.000, maka nilainya setara dengan Rp  4.176,20 triliun) 
Jumlah Karyawan : 303.032 orang
Keterangan : - Dengan sekitar setengah juta karyawan, pemegang saham mayoritas Petrochina adalah China National Petroleum Corp (CNPC), perusahaan minyak milik pemerintahan Cina. Sebagai anak perusahaan CNPC, tentu bagi Petrocina bisa mudah menjadi salah satu perusahaan minyak dan gas terbesar di dunia. Perusahaan beroperasi dalam empat segmen: Eksplorasi dan Produksi, Refining dan Kimia, Pemasaran dan Gas Alam dan pipa. 
    - Petrochina menginvestasikan sekitar $ 1,75 miliar dalam inisiatif Penelitian dan Pengembangan. Investasi R&D Petrocina dibidang teknologi perminyakan ini merupakan investasi terbesar di antara perusahaan minyak dan gas dunia. Pada 2010 saja, berkat teknologi yang dikembangkan untuk nilai tambah industrialisasi sumber daya minyak serpih, biodiesel dan gas hidrat ini bisa menghemat 1,73 juta ton batu bara dan 28,65 juta meter kubik air. 
    - Petrochina mengalami musibah pada 2005, yakni tumpahnya kimia setelah salah satu pabrik kimianya meledak di Jilin, Cina. Ledakan ini membakar dan mengalirkan  100 ton benzena, yang bersifat karsinogen dan beracun, ke Sungai Songhua. Sekitar 4 juta orang dalam lima hari saat kejadian tersebut tidak mendapatkan air bersih. Pemerintah Cina mengatakan, untuk membersihkan dan memulihkan kondisi lingkungan yang rusak akibat tumpahan kimia ini menghabiskan lebih dari satu miliar dolar. Selanjutnya pada 2014, di salah satu pabriknya di Lanzhou, ada kebocoran ethylene dan ammonia. Pasokan air pun terkontaminasi bensin dan polusi udara. 
Sumber foto : petrochina.com.cn

Nama : Sinopec (China Petroleum and Chemical Corporation 
Alamat : 22 Chaoyangmen North Street, Chaoyang District, Beijing, China Postcode: 100728
Negara Asal : China
Pemilik saham : Pemerintah China
Berdiri sejak : 21 Februari 2000
Produksi perhari : 4,8 juta barel
Revenue 2017 : US$ 349,20 miliar (US$ 1 = Rp 14.000, maka nilainya setara dengan Rp  4.888,80 triliun)
Jumlah Karyawan : 249.142 orang
Keterangan : - China Petroleum & Chemical Corporation atau lebih dikenal sebagai Sinopec, adalah perusahaan konglomerat minyak dan gas Cina yang berbasis di Beijing, Cina. Itu terdaftar di Hong Kong dan juga perdagangan di Shanghai dan New York. Bisnis Sinopec meliputi eksplorasi, penyulingan dan pemasaran minyak.  Sinopec memproduksi dan melakukan penjualan petrokimia, serat kimia, pupuk kimia dan produk kimia lainnya seperti transportasi pipa minyak mentah dan gas alam. Tercatat melakukan bisnis impor, ekspor dan impor / ekspor agen minyak mentah, gas alam, produk minyak olahan, petrokimia, dan bahan kimia lainnya.
    - Sinopec Limited didirikan pada Februari 2000 di bawah China Petrochemical Corporation Group (Sinopec Group). Perusahaan ini secara serentak terdaftar di Bursa Saham Hong Kong, New York, dan London pada Oktober 2000 dan di  Bursa Saham Shanghai tercatat pada Juni 2001. Desember 2006, Sinopec mengakuisisi aset Shengli Petroleum, yang aset utamanya adalah ladang minyak domestik yang jatuh tempo, untuk menstabilkan input minyak mentah dan meningkatkan tingkat pemanfaatan dari kilang-kilang yang ada.  Pada 2013 berurut-turut mengaukisisi perusahaan minyak Apache Corporation, Mesir, Hong Kong Corp. Ltd. Dan MCC Oil & Gas Hong Kong Corp. Ltd.
    - Pada 21 Desember 2006, gas mulai bocor selama tes pengeboran oleh Sinopec Southern Prospecting and Development Branch di Quingxi. Akibat kebocoran yang terjadi, ada 12.380 orang dievakuasi. Pada 2007, Pengawas lingkungan paling terkenal di China, memperingatkan Sinopec  untuk menghentikan operasi di salah satu ladang minyak akibat polusi sungai kronis. Zhongyuan Oilfields Petrochemical Company, salah satu unit Sinopec, telah gagal memenuhi persyaratan pengolahan air limbah dan telah diperintahkan untuk membayar denda polusi dan operasi harus dihentikan menurut.
Sumber foto : imaginechina.com

Nama : China National Petroleum Corporation
Alamat : 9 Dongzhimen North Street, Dongcheng District, Beijing, P.R. China, 100007
Negara Asal : China
Pemilik saham : Pemerintah China
Berdiri sejak : 5 November 1988
Produksi perhari : 4,9 juta barel
Revenue 2017 : US$ 428.62 miliar (US$ 1 = Rp 14.000, maka nilainya setara dengan Rp  6.000,80 triliun)
Jumlah Karyawan : 1.636.532 orang
Keterangan : - The China National Petroleum Corporation (CNPC) adalah perusahaan minyak dan gas Cina milik negara besar dan salah satu kelompok energi terpadu terbesar di dunia. Kantor pusatnya berada di Distrik Dongcheng, Beijing.  Dibentuk pada 17 September 1988 ketika pemerintah Cina memutuskan untuk membuat perusahaan minyak milik negara, setelah ditemukannya empat ladang minyak di Qinghai, Heilongjiang, Teluk Bohai dan Songliao. 
    - Operasi international CNPC dimulai 1993. Melalui SAPET, anak perusahaan CNPC, kontrak layanan dengan pemerintah Peru pun ditandatangani untuk mengoperasikan Blok VII cekungan Propinsi Talara, Peru.  Berikutnya kontrak minyak dengan pemerintah Sudan untuk mengelola Blok 1/2/3 di ladang minyak Muglad. Pada 26 Oktober 2005, CNPC juga membeli PetroKAzakhstan yang berbasis di Alberta dengan nilai US$ 4,18 miliar. Beikutnya CNPC juga mendapatkan kontrak minyak dengan pemerintah Venezuela .
    - CNPC terbukti memiliki cadangan minyak sebesar 3,7 miliar barel.  Pada tahun 2007, CNPC memproduksi 54 miliar meter kubik gas alam. CNPC juga memiliki 30 proyek eksplorasi dan produksi internasional dengan wilayah operasional di Azerbaijan, Kanada, Iran, Indonesia, Myanmar, Oman, Peru, Sudan, Niger, Thailand, Turkmenistan, dan Venezuela. 
Sumber foto : www.cnpc.com.cn

Nama : Saudi Aramco (Saudi Arabian Oil Compan)
Alamat : North Admin Building, Dhahran 31311, Saudi Arabia 
Negara Asal : Arab Saudi
Pemilik saham : Pemerintah Arab Saudi (100%)
Berdiri sejak : Tahun 1944
Produksi perhari : 12 juta barel
Revenue 2017 : US$ 455.49 miliar (US$ 1 = Rp 14.000, maka nilainya setara dengan Rp  6.376,86 triliun)
Jumlah Karyawan : 65.266 orang
Keterangan : - Saudi Aramco sebelumnya dikenal dengan nama Arabian-American Oil Company,  didirikan saat pemerintah Saudi memberikan konsesi  kepada Standard Oil of California (SoCal) untuk melakukan pengeboran. Setelah beroperasi  5 tahun tanpa hasil, akhirnya pada Tahun 1938 sebuah sumur yang disebut sebagai Damman No. 7 ditemukan di Dhahran, menghasilkan 1.500 barel per hari. Pada 31 Januari 1944, SoCal pun berganti nama menjadi Aramco. Dengan ancaman nasionalisasi perusahaan dari Raja Abdul Aziz, Socal pun berbagi keuntungan dengan pemerintah Arab Saudi. Komposisi keuntungannya 50:50.
    - Saudi Aramco yang memiliki nilai pasar US$ 21 triliun dan termasuk perusahaan terbesar di dunia ini, memiliki cadangan minyak lebih dari 270 miliar barel dan setiap harinya menimba 12 juta barel minyak. Kenyataan ini pula yang menjadikan Saudi Aramco sebagai perusahaan paling menguntungkan di dunia. Selain mengelola sumur minyak, Saudi Aramco juga  mengoperasikan jaringan hidrokarbon tunggal terbesar didunia.   Pada 15 Agustus 2012, sebanyak 30.000 workstation di jaringan komputer Saudi Aramco sektor minyak dan energy dihajar virus Shamoon.  Kelompok  "Cutting Sword of Justice" mengaku bertanggung jawab atas serangan virus tersebut. 
    - Tahun 2019 nanti, rencananya Saudi Aramco akan menjual 5% sahamnya di Bursa Efek London dan Bursa Efek New York. Initial Public Offering (IPO) ini diperkirakan akan dapat meraup dana masyarakat dunia sebesar US$ 2 triliun. Akan tetapi rencana tersebut belakangan beralih ke Bursa Efek Tadawul di Saudi Arabia. Rencana listingnya Saudi Aramco ini merupakan bagian penting dari rencana Sang Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk memodernisasi ekonomi Arab Saudi, sebuah program yang disebut Visi 2030.
Sumber foto : saudiaramco.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




TERBARU

Close [X]
×