kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

5 Newsmakers: Prabowo hingga Andika Perkasa


Sabtu, 24 November 2018 / 09:05 WIB
5 Newsmakers: Prabowo hingga Andika Perkasa

Reporter: Tri Adi | Editor: Tri Adi

Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Basuki Hadimuljono setuju dengan pernyataan calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, bahwa sebagian daerah di Jakarta berpotensi tenggelam pada 2025 yang akan datang. "Iya, saya juga kan dulu pernah bilang, 15 tahun lagi akan tenggelam," kata Basuki saat dijumpai di Istana Presiden Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/11). Oleh sebab itu, kini pemerintah mendorong program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) alias tanggul raksasa di laut utara Jakarta. Tanggul raksasa itu bisa mengatur ketinggian air laut yang berhadapan langsung dengan daratan Jakarta. Meski demikian, Basuki enggan berkomentar tentang pernyataan Prabowo yang secara spesifik menyebut bahwa air laut akan sampai ke Bundaran Hotel Indonesia pada 2025. Basuki melanjutkan, penyedotan air tanah merupakan penyebab utama turunnya muka tanah di Jakarta. Ia menyebutkan, setiap tahun, tanah di Jakarta, khususnya Jakarta Utara, turun sebanyak 10 hingga 12 sentimeter. Hal ini semakin berpotensi masuknya air laut ke daratan. "Sekarang, apa tindakannya? Karena masih ada penyedotan air tanah berlebihan, harus ada suplai air bersih sehingga membuat orang stop pakai air tanah dan sumur. Makanya dibikin DAM dan SPAM Jatiluhur supaya penggunaan air tanah bisa distop," ujar Basuki. "Selain itu, ya untuk emergency, ya bikin tanggul. Kalau tidak, memang kita akan tenggelam terus," lanjut dia.





Close [X]
×