kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

5 Newsmakers: Dari Rizieq Shihab hingga Prabowo


Sabtu, 10 November 2018 / 09:30 WIB
5 Newsmakers: Dari Rizieq Shihab hingga Prabowo

Reporter: Tri Adi | Editor: Tri Adi

Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta

Anies Baswedan mengapresiasi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang telah menganugerahi kakeknya, Abdurrahman Baswedan, gelar Pahlawan Nasional. "Kami menyampaikan apresiasi. Sebab, proses ini sebenarnya dimulai 2010, diusulkan waktu itu," ujar Anies di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Kamis (8/11). Nama Abdurrahman Baswedan diusulkan Pemerintah Provinsi Yogyakarta. Karena hingga akhir hayatnya almarhum menghabiskan waktu di Yogyakarta. “Kebetulan juga saya tinggal serumah dengan kakek mulai dari bayi sampai SMA," ujar Anies. Salah satu momen yang paling diingat Anies adalah ketika sang kakek menulis surat, baik bagi orang lain, maupun menulis kolom di surat kabar. Sebab, sang kakek hanya mengucapkannya  dan Anies yang mendapat tugas mengetik ucapannya. Bahkan, nama Anies ikut tertera di kebanyakan surat yang ia tulis tersebut. "Di ujung surat beliau, selalu dituliskan, 'surat ini saya diktekan kepada cucu saya, Anies'. Wah itu saya bangga sekali," ujar Anies. Abdurrahman Baswedan lahir di Surabaya, Jawa Timur, 9 September 1908. Semasa hidupnya, dia dikenal sebagai seorang nasionalis, jurnalis, pejuang kemerdekaan, diplomat, mubaligh, sekaligus sastrawan. Almarhum sempat menjadi anggota BPUPKI, Wakil Menteri Muda Penerangan RI pada Kabinet Sjahrir, anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP), anggota Parlemen, dan anggota Dewan Konstituante. Salah satu prestasinya yang terukir di bidang diplomasi yakni menjadi diplomat pertama Indonesia dan berhasil mendapatkan pengakuan de jure dan de facto pertama atas eksistensi Republik Indonesia dari Mesir.

 




TERBARU

Close [X]
×