kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

5 Newsmaker: Dari SBY hingga Sandiaga Uno


Minggu, 16 September 2018 / 05:30 WIB
5 Newsmaker: Dari SBY hingga Sandiaga Uno

Reporter: Tri Adi | Editor: Tri Adi

Sandiaga Uno, Bakal Calon Wakil Presiden

Sandiaga Uno berharap Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghadirkan format alternatif debat capres-cawapres yang baru. Pasalnya, ia melihat debat dalam kontestasi politik cenderung saling menjatuhkan. "Saya rasakan format debat itu mesti dipikirkan kembali, karena debat itu biasanya menjadi ajang saling bergantung dan saling menjatuhkan, saling menjadi ajang untuk sikut-menyikut," kata Sandi usai mengisi kuliah tamu kewirausahaan di Universitas Darma Persada, Jakarta, Jumat (14/9) siang. "Saya kira justru ini bagian dari pada tugas KPU memastikan bahwa ke depan inovasinya apa supaya tidak terpecah-belah," sambung Sandi. Ia juga berkaca pada debat Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Ia merasakan debat antara calon cenderung menegangkan dan bersifat kaku.  "Kenapa enggak konsepnya sarasehan, rembuk, atau menyampaikan visi-misi, pandangan, dan tidak saling menyerang," katanya. Ia mengingatkan, demokrasi di Indonesia harus mempersatukan masyarakat selaku pemilih. Selain itu, kontestasi politik dinilainya harus menggembirakan. Terkait wacana diadakan satu sesi debat berbahasa Inggris yang diusulkan koalisinya, Sandi menegaskan usulan tersebut belum pernah dibicarakan kepada dirinya dan Prabowo Subianto. Sandi menegaskan debat kandidat harus tetap berbahasa Indonesia.




TERBARU

Close [X]
×