kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

5 Newsmakers: Dari Prabowo hingga Rizieq Shihab


Sabtu, 29 September 2018 / 09:05 WIB
5 Newsmakers: Dari Prabowo hingga Rizieq Shihab

Reporter: Tri Adi | Editor: Tri Adi

Dalam sepekan banyak peristiwa terjadi, banyak tokoh pembuat berita yang datang dan pergi. Mungkin saja ada peristiwa  lama yang muncul dengan tokoh baru, bisa juga peristiwa baru dengan tokoh lama. Selama sepekan (24—28 September 2018) telah terjadi berbagai kemungkinan. Inilah lima newsmakers yang membuat kita tidak bisa berpaling dari mereka.

Yenny Wahid,  Putri Gus Dur

"Dengan mengucap bismillahirahmanirohim, dengan ini kami menyatakan mendukung pasangan nomor 01. Bismilah Presiden Jokowi akan kembali memimpin Indonesia," ujar Yenny Wahid, Rabu (26/9) sore. Pernyataan Yenny ini menandai dukungan politik keluarga Presiden Keempat RI, almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, kepada pasangan nomor urut 01 Jokowi Widodo-Ma'ruf Amin pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.  Deklarasi dukungan dibacakan Yenny di Rumah Pergerakan Politik Gus Dur, Kalibata, Jakarta Selatan. Yenny memastikan bahwa dukungan tersebut merupakan sikap politik dari keluarga Gus Dur. Adapun alasan Yenny mendukung calon petahana karena menganggap Jokowi merupakan pemimpin yang tidak memiliki sekat dengan rakyat kecil. "Kita memilih pemimpin yang mau mendengarkan keluh kesah rakyat kecil," katanya. Pilihan dukungan tersebut,  "Ini hasil dari istikharah bersama sembilan kiai," ungkap Yenny Wahid.

Sandiaga Salahuddin Uno, Calon Wakil Presiden

Ada kampanye hitam yang ditujukan ke Sandiaga Uno. Ada sebuah situs berisi konten artikel yang menuding Sandiaga Salahuddin Uno terlibat sejumlah skandal perselingkuhan di kantor lamanya. Ditemui di sela-sela kunjungannya ke Purbalingga, Selasa (25/9), Jawa Tengah, Sandiaga menanggapi isu miring tersebut dengan santai. Menurut dia, situs yang memuat fitnah terhadap dirinya hanya upaya dari pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memecah komitmen tentang impian pemilu damai. “Pertama-tama kita dari awal sudah menolak politik fitnah yang hanya akan menimbulkan perpecahan,” katanya. Dia sendiri tidak ambil pusing dengan beredarnya situs tersebut. Prioritasnya saat ini hanya menciptakan iklim kampanye yang sejuk dan menyerahkan persoalan ini sepenuhnya kepada pihak penegak hukum.  

Din Syamsuddin, Ketua Dewan Pertimbangan MUI  

Din Syamsuddin menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/9). Kedatangan Din untuk menyampaikan pengunduran dirinya sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban. "Pengunduran diri ini sudah saya sampaikan melalui surat, per tanggal 21 September yang lalu. Alhamdulillah beliau sudah membaca, dan dapat memahami maksudnya, apalagi setelah saya sampaikan secara lisan tadi," kata Din usai pertemuan. Din mengaku, mengundurkan diri karena Presiden Joko Widodo saat ini sudah resmi menjadi calon presiden yang akan berkontestasi dalam pemilihan presiden 2019. Padahal, Din sebagai tokoh agama ingin tetap netral dan tak berpihak kepada salah satu kubu di Pilpres. "Jadi kalau saya masih menjabat sebagai utusan khusus presiden yang sekarang jadi capres, itu berarti banyak yang memahaminya saya hanya ada di sini, di satu pihak, di satu kubu, dan itu akan menghalangi dan tidak memudahkan upaya saya untuk membangun kebersamaan dari masyarakat majemuk, di berbagai organisasi," kata Din. Presiden Joko Widodo menghormati langkah Din Syamsuddin yang mengundurkan diri dari posisi Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban. "Saya sangat menghormati pilihan pak Din. Beliau tentu sudah banyak pertimbangan, pertimbangan matang ya, untuk mundur dari jabatan itu," kata Jokowi di Tangerang Selatan, Banten, Rabu (26/9).  

Prabowo Subianto, Calon Presiden Nomor Urut 02

Tidak disangka, Prabowo Subianto yang selama ini terkesan antiasing, apalagi China, Jumat (28/9) lalu  menghadiri Hari Kemerdekaan Ke-69 China.  Kali ini Prabowo terlihat memuji hubungan Indonesia-China.  Prabowo menilai China sebagai negara yang penting bagi Indonesia sehingga hubungan kedua negara harus terjalin dengan baik. "Saya memandang China sangat penting bagi Indonesia, jadi kita harus jalin hubungan baik, kita harus tingkatkan hubungan dalam tingkat yang lebih baik dan saling membantu," kata Prabowo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, seperti dikutip Antara. Dia juga berharap bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan China harus terus terjaga dengan baik, begitu pula dengan negara-negara seluruh dunia lainnya. Menurut dia, hubungan Indonesia dengan semua negara harus baik, Indonesia harus punya filosofi pandangan 1.000 kawan terlalu sedikit, 1 lawan terlalu banyak.

 

Rizieg Shihab, Pimpinan Front Pembela Islam

Rizieq Shihab mengalami masalah di Arab Saudi. Seperti kita ketahui, lalu berbagai tuduhan dilontarkan ke pemerintahan Jokowi, yang dianggap ikut mengintervensi atas persoalan yang dihadapi Rizieq. Ternyata yang menjadi persoalan, Rizieq sudah tidak memiliki izin tinggal di Kerajaan Arab Saudi (KAS). Menurut Dubes RI untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, Rizieq masuk ke Arab Saudi menggunakan visa ziyarah tijariyyah atau visa kunjungan bisnis yang tidak bisa dipergunakan untuk kerja. "Visa yang digunakan oleh Mohammad Rizieq Shihab untuk berada di wilayah Kerajaan Arab Saudi telah melewati batas waktu yang ditentukan," kata Agus Maftuh Abegebriel melalui siaran pers, Jumat (28/9). Namun, Agus menambahkan, jika Rizieq mengalami permasalahan hukum di Arab Saudi, baik yang terkait keimigrasian atau hal lainnya, KBRI Riyadh akan memberikan pendampingan, perlindungan, dan pengayoman sesuai dengan perundang-undangan di negara tersebut.  "Ekspatriat yang berada di wilayah KAS wajib mengikuti aturan dan hukum yang berlaku di KAS. Segala pelarangan dan hukuman terhadap pelanggaran yang dilakukan WN Arab Saudi juga diberlakukan bagi ekspatriat," kata dia. "Perlakuan terhadap semua ekspatriat di wilayah KAS sama dalam penanganannya yang didasarkan pada hukum yang berlaku di KAS sesuai dengan tingkat pelanggarannya tanpa adanya diskriminasi," tambah Agus.

 





Close [X]
×