: WIB    --   
indikator  I  
0
5 Newsmaker: Dari La Nyalla hingga Megawati
Oleh : Tri Adi | Sabtu, 13 Januari 2018 | 05:25 WIB


1
Next untuk artikel berikutnya

Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR

Perihal pengajuan permohonan justice collaborator (JC) oleh terdakwa kasus dugaan korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto, Fahri Hamzah mengingatkan KPK untuk tidak membuat drama baru. Pasca-pengajuan permohonan, Fahri khawatir KPK justru akan sibuk mengejar nama-nama baru yang kemungkinan akan disebut Novanto, dan melupakan 14 nama yang sudah disebut-sebut sebelumnya. Menurut dia, tujuan permohonan justice collaborator yang diajukan Novanto hanya untuk membatasi peristiwa-peristiwa yang lain. "Jadi KPK jangan drama ke tempat lain. Drama yang ada aja dulu, 14 nama itu diungkap aja dulu," kata Fahri, ditemui di sela-sela diskusi di Jakarta, Kamis (11/1). KPK sendiri belum tentu mengabulkan permintaan itu.  "Kami tidak langsung menyetujui, selalu akan kami lihat yang diungkap apa. Kalau enggak ada yang diungkap ya, kan dia harus mengungkap sesuatu yang lebih besar," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/1). Ia juga mengingatkan Novanto bila memohon sebagai justice collaborator berarti mengakui kesalahan yang diperbuat. "Jangan sampai di luar pengadilan mau jadi justice collaborator misalkan, di putusan pengadilan tidak terus terang, itu juga tidak konsisten," lanjut Agus.