: WIB    --   
indikator  I  
0
5 Newsmaker: Dari La Nyalla hingga Megawati
Oleh : Tri Adi | Sabtu, 13 Januari 2018 | 05:25 WIB


4
Next untuk artikel berikutnya

La Nyalla Mahmud Mattalitti, Ketua Kadin Jawa Timur

La Nyalla Mahmud Mattalitti memutuskan untuk tidak lagi menjadi kader Partai Gerindra. La Nyalla mencurahkan kekesalannya kepada Ketua Umum Prabowo Subianto yang meminta uang sebesar Rp 40 miliar. Permintaan itu dilakukan saat La Nyalla melangsungkan pertemuan dengan Prabowo di Hambalang, Bogor, Sabtu (10/12), bertepatan dengan Gerindra mengumumkan Mayjen (Purn) Sudrajat sebagai calon Gubernur Jawa Barat. "Saya dimintai uang Rp 40 miliar. Uang saksi disuruh serahkan tanggal 20 Desember 2017. Kalau tidak bisa, saya tidak akan direkomendasi," ujar La Nyalla sebagaimana ditulis Tribunnews.com, Kamis (11/1). Menurut La Nyalla, ia belum menyanggupi menyerahkan uang itu. Dia pun dipanggil Prabowo ke rumahnya. "Saya dipanggil 08 (Prabowo) kok dimaki-maki. Prabowo itu siapa? Saya bukan pegawainya dia, kok dia maki-maki saya," ujar La Nyalla. Namun, pengakuan La Nyala dibantah Fadli Zon. Ia mengatakan, Prabowo tak pernah meminta uang sebesar Rp 40 miliar kepada La Nyalla. Ia meyakini Prabowo hanya menanyakan kesiapan finansial La Nyalla untuk maju sebagai calon Gubernur Jawa Timur dari Gerindra. Menurut dia, hal itu wajar sebab setiap pilkada membutuhkan logistik untuk menggerakkan mesin politik. Sandiaga Uno pun berkomentar bahwa Prabowo Subianto tidak pernah meminta mahar kepada calon kepala daerah yang diusung partainya. Namun, Sandiaga menyebutkan, setiap kontestasi politik pasti memiliki biaya.